Menguak Fenomena Kesurupan Secara Kesehatan

Semangkadaunsirih- Manteman, Sepulang anakku yang paling tua, sekolah dasar, setelah melepaskan baju dan sepatu serta meletakkan tas ranselnya, langsung mengatakan mau berhenti sekolah. Saya sendiri sempat terkejut dan terperanjat, lho ini ada masalah apa lagi ya!. Langsung  saya bertanya kepada anak saya tersebut,"penyebabnya apa?", "apa diganggu teman-temannya, atau dimarahi pak guru?" tanya saya. Semua pertanyaan saya tersebut dijawab tidak oleh anak saya. "lha lantas ada masalah apa nak?" jawabannya "teman-temannya ada yang kesurupan." dan anak saya langsung bertanya,"memang kesurupan itu apa?", saya langsung menjawab tapi saya sadar jawabannya saya tidak lah lengkap,'kesurupan adalah kondisi dimana pada saat itu bukanlah dirinya lagi, penyebabnya bisa karena kondisi #kesehatan fisiknya tidak baik, emosi yang berlebihan. Jawabannya sebisa mungkin menghindari bahwa fenomena kesurupan secara kesehatan dikarenakan karena syetan, wewe dsb. Karena lingkungan teman-temannya dan kebanyakan informasi yang anakku terima seperti itulah adanya.

Dari jalan-jalan ke mang gogle, saya sarikan dari beberapa tulisan tentang fenomena kesurupan dibawah ini, semoga ada manfaatnya.

HARSONO : GAMBARAN TRANS DISOSIATIF PADA MAHASISWI
Istilah kesurupan dari sisi medis masuk dalam kategori disosiatif yang disebabkan karena suatu stresor dan juga kemungkinan didasari gangguan kepribadian.
Gangguan disosiatif berupa kesurupan ada kemungkinan didasari karena Gangguan kepribadian histerikal dan gangguan cemas yang mungkin pembentukannya dipengaruhi karena lingkungan, pola asuh, masalah ekonomi, pertemanan.
Kesurupan dari sisi medis cenderung masuk dalam golongan gangguan disosiatif atau konversi. Kesurupan masuk dalam trans disosiatif. Dan disosiatif merupakan salah satu mekanisme pertahanan jiwa manusia dan setiap orang berbeda-beda. Disosiatif sendiri merupakan terpecahnya suatu kesadaran karena cemas atau bahkan depresi yang amat sangat yang dialami oleh seseorang.

LUCY ANGELA CLARE SPRINGATE: KUDA LUMPING DAN FENOMENA KESURUPAN
Konsep kesurupan adalah sebuah fenomena tentang mahluk halus yang menguasai pikiran, perasaan, dan intelek (kesanggupan untuk membuat keputusan) pada diri seseorang dengan menyatu pada kesadarannya (Walker: 1973, 4). Hasilnya adalah mahluk halus ini bisa menguasai tindakan seseorang. Orang mengalami kesurupan ketika badannya dimasuki oleh mahluk halus yang menguasai jiwanya. Oleh karena itu, tingkah laku seseorang yang kesurupan akan dikuasai oleh mahluk halus. Hampir pada setiap kasus kesurupan, seseorang yang kesurupan tidak tahu atau tidak ingat bahwa dia kesurupan (Wallace: 2001, 14).

ENDRI BAGUS PRASTIYO : FENOMENA KESURUPAN
Kesurupan dalam #medis kesurupan dapat didefinisikan sebagai Penyakit yang menghalangi organ-organ utama dari proses interaksinya secara sempurna. Sebabnya adalah udara berat yang tertahan disaluran-saluran otak, atau uap-uap kotor yang naik kepadanya dari sebagian organ, kadang-kadang disertai ketersumbatan pada organ sehingga membuat orang yang bersangkutan terhuyung bahkan jatuh seraya mengeluarkan busa akibat banyaknya pelembaban didalam otak. 
Dalam istilah kedokteran kesurupan disebut possession trans atau suatu kondisi trans pemilikan yaitu terdapatnya perubahan tunggal atau episodic keadaan kesadaran sesorang di mana dapat diketahui adanya pergantian identitas pribadi dengan idenditas baru. Contohnya orang tersebut merasa menjadi orang lain yang hidup ratusan tahun yang lalu atau menyebut dirinya mbah dll. Akibatnya, orang tersebut mempunyai perilaku yang asing dan aneh, Yang aneh adalah kekuatan fisiknya melebihi kekuatan yang biasa dipunyainya sehari-hari. Kadang-kadang dia bertindak kasar lari-lari dan melempar orang sekitarnya, berteriak dan bicara tidak karuan, ngalantur dan mungkin dapat berbicara bahasa asing yang dia tidak tahu sebelumnya atau disebut juga xenolalia. Beberapa lama kemudian, tanpa perlu dipegang keras atau dihimpit proses kesurupan akan mulai berhenti dan diikuti dengan gejala amnesia atau lupa semua atau sebagian kejadian yang menimpanya.

Dari berapa kutipan tersebut diatas, saya menyarankan anak saya untuk menjaga kesehatan dengan baik, belajar ketika waktu belajar, bermain ketika bermain, selalu menghormati orang tua, dan yang utama lakukan ibadah dan ber-do'a semoga diri dilindungi dari pengaruh-pengaruh jahat dalam hidup ini.

Semoga berguna.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar